Lompat ke isi utama

Berita

Sambil Menunggu Adzan Magrib, Bawaslu Pesisir Barat Tanamkan Nilai-Nilai Pengawasan Partisipatif Lewat Ngabuburit Pengawasan

asdasdasd

Kordiv HPPMHM dalam memberikan materi ngabuburit pengawasan

Pesisir Barat, 11 Maret 2025 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu, Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat menggelar kegiatan bertajuk “Ngabuburit Pengawasan”, pada Selasa (11/3), bertempat di Kantor Bawaslu Pesisir Barat.

Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui akun Instagram dan YouTube resmi Bawaslu Pesisir Barat, sehingga dapat diakses secara luas oleh masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur penyelenggara pemilu, yaitu:

  • Abdul Kodrat, S.H., M.H., Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat
  • Ayu Megasari, S.S., M.Sos., Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas
  • J. Wilyan Gulta, Amd.Kom., Koordinator Penanganan Pelanggaran dan Sengketa
  • Irwansyah dan Marten Efendi, Anggota KPU Kabupaten Pesisir Barat

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Abdul Kodrat menyampaikan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk memperluas jangkauan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif dengan pendekatan yang lebih santai dan inklusif.

“Kami ingin menyampaikan pesan pentingnya pengawasan pemilu melalui cara yang menyentuh sisi sosial dan spiritual masyarakat. Ramadan adalah momentum tepat untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam proses demokrasi,” ujar Abdul Kodrat.

Sementara itu, Ayu Megasari memaparkan tentang pentingnya pengawasan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam setiap tahapan pemilu, khususnya menjelang Pilkada Serentak 2024.

“Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat lebih sadar dan berani melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran,” jelas Ayu.

J. Wilyan Gulta turut memberikan penjelasan mengenai mekanisme penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pemilu. Ia mengajak masyarakat untuk memahami prosedur pelaporan dan pentingnya bukti dalam setiap dugaan pelanggaran yang terjadi di lapangan.

Sementara dari unsur KPU, Irwansyah dan Marten Efendi menyampaikan materi mengenai tahapan Pilkada dan pentingnya sinergi antar-penyelenggara untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Acara berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab langsung dari peserta daring maupun yang hadir secara fisik. Di akhir acara, dilakukan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan keharmonisan antar-stakeholder penyelenggara pemilu