Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2025: Koordinator Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Pesisir Barat J. Wilyan Gulta Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum dan Demokrasi yang Bermartabat

asaadadas

Koordinator Penanganan Pelanggaran dan Sengketa J. Wilyan Gulta , Amd.Kom.

Pesisir Barat, 20 Mei 2025 – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat mengajak masyarakat untuk menjadikan momen bersejarah ini sebagai pengingat pentingnya peran aktif warga negara dalam menjaga marwah demokrasi dan supremasi hukum, khususnya dalam konteks pengawasan kepemiluan.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Pesisir Barat, J. Wilyan Gulta, Amd.Kom., menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya peringatan historis atas lahirnya semangat nasionalisme, tetapi juga relevan sebagai panggilan moral untuk bangkit melawan berbagai bentuk pelanggaran dan ketidakadilan dalam proses demokrasi.

“Kebangkitan yang sesungguhnya hari ini adalah kebangkitan kesadaran hukum masyarakat dalam berdemokrasi. Ketika masyarakat sadar bahwa praktik politik uang, ujaran kebencian, dan manipulasi suara adalah pelanggaran yang merusak sendi demokrasi, maka di sanalah makna Harkitnas benar-benar hidup,” ujar J. Wilyan Gulta.

Menurutnya, upaya penegakan hukum pemilu tidak akan berjalan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu, aparat penegak hukum, dan publik dalam mendorong proses pemilu yang berintegritas.

“Kebangkitan nasional hari ini bisa kita maknai sebagai momentum membangun kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk pelanggaran pemilu. Demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tapi juga oleh proses yang jujur, adil, dan taat hukum,” tambahnya.

J. Wilyan Gulta juga mengajak masyarakat Pesisir Barat, khususnya generasi muda, untuk tidak apatis terhadap pelanggaran yang terjadi dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan. Ia menyebut bahwa setiap laporan, suara kritis, dan tindakan pencegahan yang dilakukan masyarakat adalah bentuk nyata dari kontribusi terhadap kebangkitan nasional di era modern.

“Pemilu bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Mari kita bangkit menjadi pengawal demokrasi yang berani, cerdas, dan beretika,” tutupnya.

Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat berharap peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025 ini menjadi titik tolak dalam memperkuat budaya hukum dan etika demokrasi, serta membangkitkan semangat kolektif dalam menciptakan pemilu yang bersih dan berkeadilan.