Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat Mengadakan Pendidikan Pengawasan Partisipatif Di Kantor Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat

aaadada

Pendidikan Pengawasan Partisipatif

​PESISIR BARAT, 8 Juli 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat resmi menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat ini diikuti oleh 20 peserta terpilih yang telah melalui serangkaian tahapan seleksi administrasi.

​Sebanyak 20 peserta, yang terdiri dari 9 perempuan dan 11 laki-laki, merupakan individu yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi. Sebelum mengikuti pendidikan tatap muka hari ini, para peserta telah lebih dahulu menyelesaikan pendidikan secara daring (dalam jaringan) selama sepekan penuh, terhitung mulai tanggal 1 hingga 7 Juli 2026.

​Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat, Abd Kodrat S, S.H., M.H., didampingi oleh Anggota Bawaslu Pesisir Barat, Ayu Megasari, S.S., M.Sos. dan J. Wilian Gulta, A.Md., serta dihadiri oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Pesisir Barat Ns. G. Satria Pramantara, S.Tr.Kep.

​Dalam sambutannya, Abd. Kodrat menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya keseriusan dalam mengikuti kegiatan P2P ini dari awal hingga akhir.

​"Forum ini bukan sekadar wadah pendidikan, melainkan juga ajang silaturahmi yang strategis. Peserta yang hadir saat ini sangat beragam, mulai dari peserta P2P sebelumnya, alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), hingga rekan-rekan yang pernah menjadi penyelenggara pemilu dan pemilihan. Kolaborasi pengalaman ini menjadi modal besar dalam pengawasan," ujar Abd Kodrat.

​Acara pembukaan ini juga diikuti secara daring melalui platform Zoom oleh Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, yang memantau jalannya kegiatan dari pembukaan hingga agenda berakhir di sore hari.


​Dalam arahannya melalui daring, Hamid Badrul Munir menegaskan bahwa output dari pendidikan ini bukan hanya berakhir di ruang kelas selama satu hari. Ia berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak dalam membentuk komunitas-komunitas pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing.

​"Harapan kami, peserta P2P di Kabupaten Pesisir Barat bisa menjadi mitra strategis Bawaslu. Kita ingin hasil pendidikan ini benar-benar berdampak luas bagi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga integritas pemilu," tegas mas Obet sapaan akrabnya.


​Kegiatan P2P yang berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini, mencakup penyampaian 6 materi utama sebagai bekal pengetahuan bagi peserta. Untuk mengukur efektivitas pembelajaran serta pemahaman peserta mengenai peran masyarakat dalam pengawasan partisipatif, Bawaslu menerapkan metode pre-test di awal sesi dan post-test setelah seluruh materi selesai disampaikan.

​Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat optimis bahwa keterlibatan masyarakat melalui pendidikan partisipatif akan semakin memperkuat pengawasan di setiap tahapan pemilu dan pemilihan di masa mendatang.