Ketua Bawaslu Pesisir Barat Soroti Pentingnya Keterlibatan Buruh dalam Pengawasan Pemilu
|
Pesisir Barat, 1 Mei 2025 — Dalam momentum peringatan Hari Buruh Nasional 1 Mei 2025, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat, Abdul Kodrat, S.H., M.H., menyampaikan pentingnya keterlibatan aktif para pekerja dan buruh dalam proses demokrasi, khususnya dalam hal pengawasan partisipatif pemilu.
Menurutnya, peran buruh tidak hanya penting dalam aspek ekonomi dan pembangunan, tetapi juga krusial dalam menjaga kualitas demokrasi melalui keterlibatan dalam pengawasan pemilu.
"Pekerja dan buruh adalah bagian penting dari masyarakat yang memiliki potensi besar dalam mendukung terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Keterlibatan mereka dalam pengawasan partisipatif adalah bentuk nyata kontribusi terhadap demokrasi," ujar Abdul Kodrat dalam pernyataannya, Kamis (1/5).
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa banyak pelanggaran pemilu yang terjadi di lingkungan kerja, termasuk praktik tekanan politik, kampanye terselubung, atau upaya mobilisasi suara secara tidak sah, yang sering kali tidak terlaporkan karena kurangnya keberanian atau pengetahuan buruh terkait hak-haknya.
"Melalui peringatan Hari Buruh ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa setiap pekerja punya hak dan kewajiban untuk turut mengawasi jalannya pemilu. Hak suara mereka harus dilindungi, bukan diarahkan," tambahnya.
Ketua Bawaslu Pesisir Barat juga menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pekerja dan buruh.
"Kami berharap serikat pekerja dan komunitas buruh dapat membangun jaringan pengawasan di lingkup masing-masing. Ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan bermartabat," kata Abdul Kodrat.
Ia juga mengimbau agar para pengusaha dan pimpinan lembaga kerja tidak menggunakan kekuasaan struktural untuk memengaruhi pilihan politik karyawannya.
Sebagai bagian dari komitmennya, Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat menyatakan kesiapan untuk menjalin komunikasi dan kerja sama dengan serikat buruh serta komunitas pekerja dalam hal pendidikan politik dan pelatihan pengawasan partisipatif.
"Kami membuka ruang diskusi, pelatihan, dan edukasi politik agar kalangan buruh memahami hak-haknya sekaligus mampu mengidentifikasi dan melaporkan potensi pelanggaran pemilu di lingkungan kerja mereka," pungkasnya.
Selamat Hari Buruh Nasional 1 Mei 2025
Buruh Berdaya, Demokrasi Jaya