Bawaslu Pesisir Barat Ikuti Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia”
|
Pesisir Barat, 14 Agustus 2025 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan Bedah Buku karya Komunitas Pemantau dan Pemerhati Demokrasi (KPPD) yang berjudul “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia”, pada Kamis (14/8/2025).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperkaya literasi kepemiluan dan memperluas wawasan demokrasi ini diikuti oleh perwakilan Bawaslu kabupaten/kota, insan pers, akademisi, serta pemerhati pemilu dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Ketua Bawaslu Pesisir Barat, Abd. Kodrat, S.S., M.H, menyampaikan bahwa partisipasi Bawaslu dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi demokrasi, terutama dalam mendokumentasikan perjalanan panjang penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
“Buku ini menjadi refleksi penting bagi kita semua untuk memahami kompleksitas penyelenggaraan pemilu serentak yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sebagai pengawas pemilu, kami melihat karya ini bukan hanya catatan jurnalistik, tetapi juga bahan pembelajaran untuk memperkuat pengawasan di masa depan,” ujar Abd. Kodrat.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber dari kalangan jurnalis, akademisi, dan penyelenggara pemilu membedah isi buku yang mengangkat kisah, tantangan, serta dinamika liputan pemilu serentak terbesar yang pernah terjadi di dunia. Diskusi berlangsung interaktif, menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan media dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan transparan.
Lebih lanjut, Abd. Kodrat menambahkan bahwa literasi kepemiluan melalui karya tulis seperti ini sangat penting untuk menjaga ingatan publik terhadap perjalanan demokrasi Indonesia.
“Kegiatan bedah buku ini memberikan ruang refleksi bagi kita semua, agar terus belajar dan berbenah dalam mengawasi serta menyelenggarakan pemilu yang berintegritas. Semoga semangat literasi demokrasi terus tumbuh di kalangan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Pesisir Barat menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi lembaga pengawas, tetapi juga bagian dari gerakan penguatan demokrasi berbasis pengetahuan dan literasi publik.